“Jangan pernah meludah di sumur yang airnya kamu minum.”
Pernahkan Anda berjumpa dengan orang yang bekerja di suatu perusahaan
atau instansi, mendapat gaji dan berbagai fasilitas dari tempat itu,
tetapi hobinya menjelek-jelekan perusahaan atau instansi dimana ia
bekerja? Orang inilah yang saya sebut meludah di sumur yang airnya ia
minum.
Orang-orang semacam ini biasanya senang mengeluh, tidak
bertanggungjawab dan oportunis. Mereka membicarakan sesuatu yang tidak
mereka suka kepada sesama teman yang tidak bisa mengambil keputusan.
Saat diajak diskusi dengan pimpinan, mereka diam seribu bahasa. Bergaul
dengan orang-orang semacam ini ibarat Anda minum air sumur yang airnya
mereka ludahi.
Bila Anda berjumpa dengan kelompok orang semacam ini, nasihatilah.
Bila ia marah saat Anda nasihati, itu pertanda bahwa dia tidak layak
dijadikan sahabat Anda. Waspadalah, “penyakit” tersebut menular. Apabila
Anda sering bersama orang-orang semacam ini Anda perlahan namun pasti
akan tertular. Segeralah menjauh…
Mungkin sebagian Anda ada yang berkata, “Lha, kebijakan tempat saya
bekerja memang kacau kok, memang pantas kalau dijelek-jelekin. Saya
benar-benar tidak cocok dengan kondisi seperti ini.” Jika Anda berada
dalam kondisi seperti itu, berilah masukan yang konstruktif kepada
pengambil keputusan. Usulan Anda tidak digubris? Ya, keluarlah. “Wah
nyari kerja lain khan gak mudah,” batin Anda. Ya, kalau begitu, diamlah.
Apakah penyakit ini hanya hinggap pada orang yang sudah bekerja?
Tidak. Mereka yang menjelek-jelekkan orang tuanya juga termasuk kelompok
ini. Orang tuanya begitu berjasa dalam hidupnya, tetapi hanya karena
satu atau beberapa perbedaan, mereka tega-teganya mencela orang tuanya.
Mereka yang meludah di sumur yang airnya mereka minum adalah kelompok
orang yang sulit berucap terima kasih. Padahal, mudah berucap terima
kasih kepada manusia itu pintu mudah bersyukur kepada-Nya. Ingatlah,
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami (Allah) akan menambah
nikmat kepadamu.” Begitulah firman Allah dalam Kitab Suci-Nya.
Meludah di sumur yang airnya kita minum akan menjauhkan rasa syukur
Anda. Dampaknya dalam jangka panjang, kenikmatan-kemikmatan hidup akan
pergi menjauh dari Anda. Mau? Tentu tidak!
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @pacitan_dede
Sabtu, 16 Maret 2013
Minggu, 03 Maret 2013
GUYONAN Part 2
Lagi numpak becak, penumpange iseng2 ngobrol karo tukang becak'e....
Tukang Becak (TB)
seng Numpak Becak (NB)
NB : cak, ongkos becak seng paling adoh piro ?
TB : winginane teko Gubeng nang Waru 50 ewu....
NB : haahhh... Sakmono cuma 50 ewu ?? Duik'e si Gayus 100 milyar nek digawe numpak becak iso tekan endi iku cak ??
TB : halahh.. cidek, paling nek nggawe duwik'e Gayus cuman tekan Pasar Demak.
NB : opo'o kok 100 milyar cuma tekan Demak cak ??
TB : temenan iki mas, soale ape tuku pacul bekas nang psr Demak....
NB : lhoh... Opo'o kok nggolek pacul bekas ?... Gawe opo cak ?
TB : gawe macul ndasmu mas...!! Eroh gak sampeyan... Aku nggenjot tekan Waru iku sampe pringsilanku mlebu bolongan silitku...!! Sampe silitku lho keringeten pliket,,,?Opo maneh mbok tawani 100 milyar kongkon mbecak.... Mending patenono ae aku saiki....
Muduno saiki teko becakku...!!
Sak dorong'e pacul iki melayu nang endas mu,,,,
Akhire tukang becak karo penumpange gegeran goro2 obrolan ttg Gayus. Pdhl Gayus gak bakalan numpak becak....
Tukang Becak (TB)
seng Numpak Becak (NB)
NB : cak, ongkos becak seng paling adoh piro ?
TB : winginane teko Gubeng nang Waru 50 ewu....
NB : haahhh... Sakmono cuma 50 ewu ?? Duik'e si Gayus 100 milyar nek digawe numpak becak iso tekan endi iku cak ??
TB : halahh.. cidek, paling nek nggawe duwik'e Gayus cuman tekan Pasar Demak.
NB : opo'o kok 100 milyar cuma tekan Demak cak ??
TB : temenan iki mas, soale ape tuku pacul bekas nang psr Demak....
NB : lhoh... Opo'o kok nggolek pacul bekas ?... Gawe opo cak ?
TB : gawe macul ndasmu mas...!! Eroh gak sampeyan... Aku nggenjot tekan Waru iku sampe pringsilanku mlebu bolongan silitku...!! Sampe silitku lho keringeten pliket,,,?Opo maneh mbok tawani 100 milyar kongkon mbecak.... Mending patenono ae aku saiki....
Muduno saiki teko becakku...!!
Sak dorong'e pacul iki melayu nang endas mu,,,,
Akhire tukang becak karo penumpange gegeran goro2 obrolan ttg Gayus. Pdhl Gayus gak bakalan numpak becak....
Sabtu, 02 Maret 2013
METAGENESIS LUMUT- PAKU
Detail metagenesis Lumut (Bryophyta)
Sedang detail metagenesis Paku (Pterydophyta) Spora - Prothallium - Tumbuhan Paku -Sporogomnium
BEDA METAGENESIS PAKU DAN LUMUT

Setelah diamati metagenesis lumut dan paku diatas dapat kita simpulkan bahwa
Berikut juga kami tampilkan morfologi tanaman paku dan lumut

Berikut letak spora pada tumbuhan paku , berada di daun Paku yang di daun itu terdapat sporogonium , sedang di Lumut tidak akan di jumpai di daun namun di Sporogonium yang menjulang di atas tumbuhan lumut ( lihat gambatnya ya )
Untuk perbedaan ciri yang lain dari keduanya yaitu
SEKILAS LUMUT DAN PAKU
Lumut melakukan adaptasi yang memungkinkan untuk tumbuh di tanah yaitu,
1. Untuk sayuran
2. Untuk tanaman Hias
TULISAN INI SENGAJA DI TAMPILKAN UNTUK MEMBANTU SISWA/SISWI DK UT. SMOGA BERMANFAAT. SELAMAT BERJUANG !!!!
- Dari Spora - berkecambah menjadi Protonema (bayi lumut) - Protonema tumbuh besar menjadi Tumbuhan lumut yang menghasilkan gametangium - gametangium menghasilkan sel kelamin yang bersatu menjadi Zygote - tumbuh menggembung membentuk Sporogomnium - setelah matang dan tua menghasilkan spora lagi OK
Sedang detail metagenesis Paku (Pterydophyta) Spora - Prothallium - Tumbuhan Paku -Sporogomnium
BEDA METAGENESIS PAKU DAN LUMUT
Setelah diamati metagenesis lumut dan paku diatas dapat kita simpulkan bahwa
- Gametofit paku umurnya lebih pendek dibanding sporofitnya karena yang terlihat di alam tumbuhan pakunya bukan Prothaliumnya , sedang pada lumut sebaliknya yang dialam tumbuhan lumutnya maka gametofitnya lebih lama / dominan hidupnya dibanding sporogonium
- Tumbuhan paku ada di bawah skema berarti kromosomnya diploid karena yang dibawah selalu berasal dari zygot hasil pertemuan dua sel kelamin , sebaliknya lumut haploid karena ada diatas skema yang terbentuknya hasil dari perkembangan spora. dan spora itu dibentuknya secara miosis ( pembelahan reduksi)
Berikut juga kami tampilkan morfologi tanaman paku dan lumut

Berikut letak spora pada tumbuhan paku , berada di daun Paku yang di daun itu terdapat sporogonium , sedang di Lumut tidak akan di jumpai di daun namun di Sporogonium yang menjulang di atas tumbuhan lumut ( lihat gambatnya ya )
Untuk perbedaan ciri yang lain dari keduanya yaitu- Pada lumut akarnya masih rhizoid , sedang pada tumbuhan paku akarnya serabut
- Pada lumut tubuhnya belum terdapat berkas pengangkut xilem dan floem , sedangkan di paku sudah mempunyai xilem dan floem sehingga lumut tergolong Non tracheophyta sedang pada tumbuhan paku tergolong Tracheophyta
- pada lumut daun tidak dijumpai spora sedang dipaku terlihat ada sporanya ( sporofil) , pada daun paku ketika masih muda menggulung
- alat pengatur keluarnya spora di lumut berupa gigi peristome sedangkan di paku berupa anullus
SEKILAS LUMUT DAN PAKU- Hingga saat ini tumbuhan nonvaskuler (lumut daun dan lumut hati dan antocerros ) dikelompokkan bersama dalam satu divisi tunggal.
- Divisio itu adalah Bryophyta yang berasal dari bahasa Yunani Brion yang berarti “ lumut ”
- Gamet Bryophta berkembang di dalam gametangia.
- Gametangium jantan dikenal dengan Anteredium, menghasilkan sperma berflagella.
- Gametangium betina disebut dengan Arkogonium yang menghasilkan sel telur.
- Sel telur tersebut dibuahi di dalam arkegonium yang kemudian terbentuk zygot didalamnya
- Zygote kemudian membelah secara mitosis terus menerus membentuk Embryo yang kemudian menjadi badan yang menggelembung yang disebut Sporogonium
- Walaupun dengan embrio yang terlindungi, bryophta tidak sepenuhnya tidak memerlukan air , tetap haris ada air namun tidak perlu habitat perairan , cuku[ ditempat lembab saja cukup ( Hygrophyt_.
- Tumbuhan Bryophyta memerlukan air untuk bereproduksi.OK
- Bryophta tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, yang diperlukan untuk menyokong tumbuhan tinggi seperti tumbuhan di daratan.
- Meskipun Bryopyhta dapat merentang secara horizontal sebagai hamparan lumut,
- Bryophta selalu memiliki profil yang rendah.
- Sebagian besar tingginya hanya 1 - 2 cm. Pada umumnya lumut mempunyai warna yang benar-benar hijau (ever gteen)
- Warna hijau itu karena Lumut mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil a dan b,
- Sehingga lumut bisa melakukan Fotosintesis , dengan demikian lumut bersifat Autotrof.
- Bryophyta tumbuh di darat dan di tempat-tempat seperti: tanah, bebatuan, gambut, kulit pohon, dan kondisi ekstrem yang lain sehingga Lumut digologkan organisme Kosmopoltan .
- Lumut pada batangnya belum terdapat berkas pengangkut xylem dan floem
- Maka kemudian dikelompokkan dalam tumbuhan Non Tracheophyta .
- Tumbuhan lumut mempunyai pergiliran keturunan atau generasi antara sporofit dan gametofit
- Generasi Gametofit adalah Generasi yang menghasilkan sel kelamin Gemerasi itu terdapat pada Tubuhnya sendiri , terletak pada ujung batangnya , sehingga Tumbuhan lumut tidak dijumpai spora pada daunnya
- Generasi Sporofit adalah menghasalailkan spora , [ada lumut pada bagian sporogoniumnya .
- Jadi bentuk gametofitnya berupa tumbuhan lumut , dan sporofitnya adalah Sporogoniumnya yang akan menghasilkan spora yang di dalamnya terdapat sporangium.
- Bryophyta berkembang biak dengan spora dan telah menunjukkan pergantian keturunan yang nyata.
- Gametofit berupa tumbuhan lumutnya., Sporofit berupa sporogonium atau kapsul spora yang terdapat pada gametofit dan sporofit yang belum terpisah.
- Dari spora tidak lalu terjadi tumbuhan lumut, melainkan protonema dulu yang kemudian baru menjadi lumut.
- Dalam sistematik lumut dibedakan menjadi dua kelas :
- Kelas Musci (lumut daun): Bryopsida
- Kelas Hepatica (lumut hati) : Hepaticopsida
- Kelas Antoceros : Anthoceropsida
Metagenesis Hepaticopsida
Metagenesis Bryopsida
- Berdasarkan struktur tubuhnya, Tumbuhan Lumut telah berkormus.(batang akar dan daunnya sudah bisa dibedakan)
- Lebih tepatnya lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus.
Lumut melakukan adaptasi yang memungkinkan untuk tumbuh di tanah yaitu,
- Pertama tumbuhnya diselubungi oleh kutikula lilin yang menolong tubuhnya menyimpan air.
- Kedua, gamet-gametnya berkembang dalam metangia, sebagai akibatnya zigot hasil vertilisasinya berkembang didalam jaket pelindung.
- Oleh karena lumut belum memiliki jaringan pengangkut, maka air masuk ke tubuh lumut secara imbibisi.
- Setelah air masuk ke tubuh lumut, kemudian didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan secara Osmose dengan gaya kapilaritas maupun aliran sitoplasma.
- Sistem pengangkutan air seperti itu menyebabkan lumut hanya dapat hidup di rawa dan tempat-tempat teduh.
- Lumut tidak pernah berukuran tinggi dan besar, kebanyakan hanya 1-2 cm, dan seringkali besarnya kurang dari 20cm.
SEKILAS PAKU
- Paku-pakuan merupakan golongan tumbuhan yang benar-benar telah berkormus (mempunyai akar, batang dan daun).
- Paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana.
- Kurang lebih 550 juta tahun yang lalu (zaman karbon) hutan paku raksasa mendominasi permukaan bumi.
- Semua anggota divisi paku-pakuan memiliki 4 struktur penting yang tidak terdapat pada ganggang tingkat tinggi dan terkompleks sekalipun, yaitu
- lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat di sekeliling organ reproduksi,
- embrio multiseluler. Yang terdapat dalam arkegonia,
- kutikula pada bagian luar membungkus epidermis
- sistem transfor internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah, sistem ini sama baiknya seperti pengorganisasian transfor air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.
JADI
- Ciri tumbuhan lumut (Bryophyta) merupakan tumbuhan darat sejati, bentuknya kecil dan panjang, menyukai tempat-tempat yang lembab atau basah seperti di bebatuan, tanah, dan dinding tua, merupakan peralihan antara tumbuhan berthallus dan tumbuhan berkormus, mempunyai kloroflas untuk fotosintesis, tidak mempunyai berkas pengangkut, reproduksi secara seksual dengan perpaduan antara sel sperma dan sel telur, berkembangbiak secara kawin (generatif) dan tidak kawin (vegetatif).
- Tumbuhan lumut tubuhnya masih berupa thallus, artinya tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati, akan tetapi memiliki bagian yang menyerupai akar yang disebut rhizoid.
- Ciri khas tumbuhan paku adalah mempunyai akar, batang dan daun, umumnya tumbuh di tempat lembab (higrofit), belum menghasilkan bunga, daunnya yang masih muda yang merupakan kumpulan kotak spora. Sporangium yang berkumpul akan membentuk sorus yang kebanyakan terletak pada bagian bawah daun, reproduksi secara aseksual dengan sporofit, dan reproduksi seksual dengan gametofit, dan pada batang sudah terdapat epidermis, korteks dan stele.
- Tumbuhan paku merupakan jenis tumbuhan kormus, artinya telah memiliki akar, batang, dan daun sejati serta berkembangbiak dengan menggunakan spora.
- Daun muda paku menggulung
- Sama-sama melakukan fotosintesis.
- Sama-sama melakukan reproduksi generatif dan vegetatif.
- Daur hidup mengalami pergiliran keturunan.
- Sporofit merupakan keturunan generatif.
- Berkembangbiak dengan spora.
- Sama-sama memiliki klorofil.
- Sama-sama menyukai habitat yang lembab.
- Kebanyakan tinggal di daerah tropis
1. Untuk sayuran
2. Untuk tanaman Hias
TULISAN INI SENGAJA DI TAMPILKAN UNTUK MEMBANTU SISWA/SISWI DK UT. SMOGA BERMANFAAT. SELAMAT BERJUANG !!!!
4 Teori yang Menjelaskan tentang Cinta
C i N t A adalah emosi dasar manusia, tetapi memahami bagaimana dan mengapa hal
itu terjadi bukanlah hal yang mudah. Bahkan, untuk waktu yang lama,
para ilmuwan beranggapan bahwa cinta hanyalah sebuah ilmu tidak bisa
mengerti. Tapi jangan khawatir, kita tetap bisa memahami apa itu cinta. Berikut ini adalah 4 teori cinta yang menjelaskan perbedaan antara cinta, suka (menyukai) dan ikatan emosional, mari kita simak;

Berdasarkan definisi tersebut, Rubin merancang skala tentang menyukai dan mencintai (Rubin’s Scales of Liking and Loving).
Skala ini mengungkapkan apakah seseorang mencintai atau hanya sebatas
menyukai. Dalam sebuah studi, Rubin meminta sejumlah responden untuk
mengisi skala, berdasarkan bagaimana perasaan mereka kepada pasangan dan
teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan terhadap teman
memiliki skor tinggi pada skala menyukai dan perasaan terhadap pasangan
memiliki nilai tinggi pada skala mencintai.
Cinta bukanlah konsep yang konkret dan karena itu sulit untuk diukur. Namun, Rubin’s Scales of Liking and Loving menawarkan cara untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks.
Sedangkan
cinta yang dilandasi gairah (passionate love) ditandai dengan emosi
yang intens, daya tarik seksual, kecemasan dan afeksi. Ketika cinta
terbalaskan (reciprocated love), orang merasa gembira dan bahagia. Namun
jika cinta tak terbalaskan (unreciprocated love), akan menyebabkan
perasaan sedih, berkecil hati dan bahkan putus asa.
Hatfield menunjukkan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah fana, karena dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Seperti anda merasa bergairah jika berada di depan seorang wanita cantik atau lelaki keren. Menurut Hatfield, idealnya, cinta adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan gairah itu sendiri. Sehingga hubungan antara pasangan akan bertahan lama dan terhindar dari masalah selingkuh maupun perceraian.
Sama seperti ada tiga warna utama, Lee menjelaskan bahwa ada tiga tipe utama dari cinta, yaitu adalah Eros, Ludos dan Storge.
Eros adalah perasaan cinta kepada seseorang yang dianggap paling ideal.
Ludos menganggap cinta sebagai sebuah permainan, sedangkan storge
menganggap cinta sebatas persahabatan.
Sama halnya dengan analogi color wheel, cinta juga merupakan kombinasi antara Eros, Ludos dan Storge. Kombinasi tersebut antara lain;

Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda?
Ada beberapa teori-teori cinta yang belum admin lampirkan. namun beberapa teori cinta diatas paling tidak bisa menjelaskan tentang cinta yang selama ini dianggap barang “abstrak”.
Rujukan :
1. Suka Vs Cinta
Psikolog Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta yang romantis terdiri dari tiga unsur, yakni : keterikatan (attachment), kepedulian (caring) dan keintiman (intimacy). Keterikatan adalah kebutuhan untuk menerima perhatian dan kontak fisik dengan orang lain. Kepedulian (caring) adalah kemampuan yang anda miliki untuk menghargai dan memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Sedangkan keintiman (intimacy) mengacu pada kebutuhan untuk berbagi pemikiran, keinginan dan perasaan dengan orang lain.Cinta bukanlah konsep yang konkret dan karena itu sulit untuk diukur. Namun, Rubin’s Scales of Liking and Loving menawarkan cara untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks.
2. Kasih Sayang Vs Gairah
Menurut profesor psikologi Universitas Hawaii, Elaine Hatfield, ada dua tipe dasar cinta, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah cinta (passionate love). Cinta kasih sayang ditandai dengan adanya saling keterikatan, saling menghormati, menghargai, kepedulian dan kepercayaan. Kasih sayang biasanya tumbuh berkembang dari perasaan saling pengertian dan rasa saling menghargai satu sama lain.Hatfield menunjukkan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah fana, karena dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Seperti anda merasa bergairah jika berada di depan seorang wanita cantik atau lelaki keren. Menurut Hatfield, idealnya, cinta adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan gairah itu sendiri. Sehingga hubungan antara pasangan akan bertahan lama dan terhindar dari masalah selingkuh maupun perceraian.
3. Teori Roda Warna tentang Cinta
Pada tahun 1973, John Lee dalam buku klassik-nya The Colors of Love, menganalogikan tipe cinta dengan teori tentang roda/lingkaran warna (color wheel/color circle), yakni sebuah ilustrasi abstrak tentang keterkaitan antara warna-warna primer, warna sekunder dan warna komplementer (lihat penjelasan color wheel disini).Sama halnya dengan analogi color wheel, cinta juga merupakan kombinasi antara Eros, Ludos dan Storge. Kombinasi tersebut antara lain;
- Mania (Eros + Ludos) = Cinta yang obsesif (Obsessive love);
- Pragma (Ludos + Storge) = Cinta yang realistis dan praktis (practical love);
- Agape (Eros + Storge) = Cinta tanpa pamrih (Selfless love)
4. Teori Segitiga tentang Cinta
Cinta segitiga yang dimaksud disini bukan yang sering kita dengar; adanya pihak ketiga dalam sebuah hubungan. Melainkan tiga komponen cinta (triangular theory of love) menurut Robert Sternberg. Sternberg menjelaskan bahwa ada tiga komponen cinta, yaitu : keintiman (intimacy), gairah (passion) dan komitmen (commitment).- Keintiman – Yang meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.
- Passion – Yang meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.
- Komitmen – Yakni keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.
Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda?
Ada beberapa teori-teori cinta yang belum admin lampirkan. namun beberapa teori cinta diatas paling tidak bisa menjelaskan tentang cinta yang selama ini dianggap barang “abstrak”.
Rujukan :
- Rubin, Zick. 1970. Measurement of romantic love. Journal of Personality and Social Psychology
- Hatfield, E., & Rapson, R. (2005). Love and sex: Cross-cultural perspectives. Needham Heights, MA: Allyn & Bacon.
- Lee JA (1973). Colours of love: an exploration of the ways of loving. Toronto: New Press
- Robert J. Sternberg, “Triangulating Love”, in T. J. Oord ed. The Altruism Reader (2007)
Senin, 11 Februari 2013
Belajar bhsinggris otodidak
Belajar Bahasa inggris dengan Scrabble
Scrabble
Sumber gambar : cmcforum.com
Scrabble / permainan menyusun kata adalah sebuah permainan pendidikan
yang menyenangkan. Menurut data, permainan ini mengandung kemungkinan
sekitar 178.691 kata dalam Bahasa Inggris yang bisa dibentuk dan
diterima dalam permainan ini.
Scrabble bisa dimainkan 2-4 orang pemain, yang masing-masing akan
menyusun huruf berdasarkan huruf-huruf yang diperolehnya dalam satu
putaran. Permainan ini tidak lagi asing di Indonesia, dan bisa menjadi
salah satu alternatif untuk meningkatkan jumlah kosa kata bagi pembelajar Bahasa Inggris. Gunakan latihan ini di sela-sela belajar formal untuk menyegarkan suasana.
Jika para pemain masih minim kosa katanya, dalam tahap awal bisa
menggunakan kamus untuk membantu menyusun kata. Atau gunakan kamus untuk
menentukan apakah sebuah kata yang disusun telah benar ejaannya dan
layak untuk mendapatkan score. Semakin sering berlatih dengan game ini,
maka semakin banyak kosa kata yang bisa kita ketahui, dan tanpa usaha
keras menghafal, kosa kata tersebut akan termemori di ingatan kita.
Berikut ini sebuah link scrabble online yang bisa dimainkan di sela-sela bekerja atau belajar. Kunjungi : SCRABBLE
Playing with lexical cards
Level: Elementary and above
Aim: deepen student’s knowledge of partially known vocabulary items; develop collocational links between words
Material: a lot of postcard-sized cards (or cut A4 size card into four)
Preparation
Choose 10 nouns your students are familiar with or have recently learnt. Abstract nouns work better for this activity. Using www.just-the-word.com look up the most common collocations with these nouns. Enter the desired noun in the search field. Most common verb collocates can be found in the V obj *n* section (Verb + noun as object). For example, these are the verb collocates of the noun 'exam':
Scroll down the page and you will find most common adjective collocates in the ADJ *n* section (Adjective + noun). Nouns acting as adjectives, i.e. nouns that precede and modify other nouns, can also be included in the activity. For example, election before campaign or entrance before exam (see below). These can be found in the N *n* section.
You will also need to prepare a lot of postcard-sized cards (or cut A4 size card into four) for students to record collocations on.
Procedure
Display or write on the board 10 nouns you have chosen:
| Sample list for B2/C1 students | Sample list for A2/B1 students |
| advice | time |
| vision | money |
| sight | exam |
| campaign | example |
| purpose | life |
| goal | decision |
| result | opinion |
| election | business |
| permission | party (as celebration) |
| responsibility | party (as group) |
Add a couple of “distracters” to keep the activity challenging till the end. For example,
| survey | success |
| condition | problem |
For large classes, divide the students into pairs or groups of three. Distribute the cards so that each pair / group has 11-12 cards. Tell students to draw a vertical line in the middle of one side, as shown here:
Then
dictate a few verbs and adjectives that collocate with the nouns you
have displayed / written on the board. As you dictate, the students in
pairs / groups should write the verbs in the left column and the
adjectives in the right column on a card. Nouns acting as adjectives
should be also written in the right column.
To make it easier for
students, dictate first the verbs and then the adjectives / nouns. To
make it more challenging, dictate them in a mixed order so that students
have to decide which column they go into:
Sample list for A2/B1 level
1. get / give / take / follow / useful / practical / professional (advice)2. start / launch / run / election / advertising / successful (campaign)
3. hold / lose / win / general / free / presidential (election)
4. lose / have / share / new / good / clear (vision)
5. lose / enjoy / catch / pretty / familiar / (at) first (sight)
6. get / give / ask for / obtain / special / parental / written (permission)
7. set / meet / reach / achieve / important / main / unrealistic (goal)
8. have / serve / defeat / main / practical / specific / sense of (purpose)
9. get / see / achieve / produce / similar / direct / final (result)
10. take / share / accept / personal / social / parental / individual (responsibility)
Sample list for B2/C1 level
1. take / pass / fail / entrance / written / oral / final (exam)
2. have / throw / meet at / invite to / dinner / birthday (party)
3. set up / lead / join / ruling / political / conservative / opposition (party)
4. make / take / reach / difficult / important / own (adj.) / final (decision)
5. set up / run / do / small / own (adj.) / family / show (n.) (business)
6. spend / save / waste / good / great / hard / long (time)
7. spend / save / waste / earn / big / pocket / extra (money)
8. spend / save / live / change / new / own (adj.) / private / everyday (life)
9. ask for / give / express / strong / different / personal (opinion)
10. set / give / follow / good / perfect / classic / typical (example)
You will see that I’ve added oral exam although it did not appear in the list on Just-the-Word as I felt this would be useful for my students. Even if they are very frequent, feel free to omit the collocates which you think will not be useful for your students or appropriate for their age and level.
When dictating make sure you start with very common words (e.g. have, get, take) as these tend to collocate with a lot of nouns and move on to less common, more specific words (e.g. fail, launch) as these tend to form stronger word partnerships. For example, for the noun permission start with get or give because these can go with at least two other nouns on the list.
When students guess the key word (noun) they should turn the card over, write the noun in the centre of the card (it works better using a marker or felt-tip pen), and hold the card up. The result should be something like this:
|
| |||||||||||||
Continue dictating until all or most students are holding up the card with the noun written in the middle. To make it competitive, you can award points to the students who held up their cards first (with the correct noun written).
You may want to leave some space at the bottom where students can write other useful expressions or their own examples. Make sure all the correctly completed cards are kept as these can be used for follow-up recycling activities.
Follow up:
Suggestion 1
In the following lesson, you can put your students in groups of 4-5, get one pile of collocation cards face down (the collocation side up). Students look at the collocations and guess the key word on the front of the card. The one who guesses correctly keeps the card. The winner is the student with most cards.
Suggestion 2
This follows on the previous activity but this time students working in groups have their deck of cards facing upwards. They pick a card and try to recall as many collocations for the noun written on the card. They can turn over the card to check. They continue until all the cards have been used up.
You can also ask students to make similar cards at home for other nouns using www.just-the-word.com, then bring them to class and share them with their peers.
Suggestion 3
As their decks of cards grow, students can sort the cards into three piles: words they know and can use (and can recall all the collocations of), words they know but cannot use and the ones they are still not sure about. They can then discard the first pile and focus on reviewing the other two. This can be done in class as a group activity or individually at home.
Such sorting based on the learning states of each word encourages students to spend more time reviewing the items which are not fully mastered. It also helps students reflect on their vocabulary learning and fosters learner independence.
Selasa, 29 Januari 2013
The Order of Adjectives
Untuk menerangkan kata benda, kadang-kadang kita membutuhkan lebih dari satu adjektiva. Ketika menggunakan dua adjektiva atau lebih, urutannya adalah sebagai berikut:
1. Determiners
e.g. a, an, the, some, two, etc.
2. Opinion
e.g. delicious, lovely, charming, wonderful, nice, great, awful, terrible, beautiful, interesting, expensive, exciting, etc.
3. Size (or Shape)
e.g. small, huge, tiny, short, tall, large, round, square, rectangular, etc.
4. Age
e.g. old, young, new, old, ancient, antique, etc.
5. Colour
e.g. red, blonde, black, blue, green, pale, etc.
6. Origin
e.g. Swedish, Victorian, Chinese, American, British, French, Canadian, etc.
7. Material
e.g. plastic, wooden, silver, stone, steel, paper, woolen, metallic, etc.
8. Qualifier (type or purpose)
e.g. electric kettle, political matters, road transport, a bread knife, a bath towel, rocking chair, hunting cabin, passenger car, book cover, etc.
Contoh:
- a lovely old red post-box (opinion, age, colour)
- a small green insect (size, colour)
- a wonderful new face ointment (opinion, age, qualifier)
- awful plastic souvenirs (opinion, material)
- some nice easy quiz questions (opinion, quality, qualifier)
- some charming small silver ornaments (opinion, size, colour)
- a beautiful wooden picture frame (opinion, material, purpose)
- an expensive antique silver mirror (opinion, age, colour)
- a quiet little restaurant (opinion, size)
- a dirty old coat (opinion, age)
- a tall white stone building (size, colour, material)
Memakai dua atau tiga adjektiva dalam kategori yang sama atau kategori 1, 2, 3 sebaiknya menggunakan tanda koma, misalnya the inexpensive, beautiful ring. Tetapi jika ditambahkan konjungsi and atau but, tanda koma bisa dihilangkan: the inexpensive but beautiful ring. Jika memakai tiga adjektiva dan menggunakan konjungsi, maka tanda koma sebaiknya dipakai: the inexpensive, beautiful, and nice ring. Perhatikan contoh lainnya di bawah ini.
- a horrible, ugly building- a busy, lively, exciting city
- a popular, respected, and good looking student
- an interesting and delicious food
Penggunaan lebih dari dua atau tiga adjektiva secara bersamaan, meskipun efisien, merupakan hal yang kurang efektif dalam menyampaikan pesan. Pesan menjadi kurang jelas karena pengertian yang –mungkin- seharusnya digambarkan detailnya hanya disampaikan dengan singkat.
1. Determiners
e.g. a, an, the, some, two, etc.
2. Opinion
e.g. delicious, lovely, charming, wonderful, nice, great, awful, terrible, beautiful, interesting, expensive, exciting, etc.
3. Size (or Shape)
e.g. small, huge, tiny, short, tall, large, round, square, rectangular, etc.
4. Age
e.g. old, young, new, old, ancient, antique, etc.
5. Colour
e.g. red, blonde, black, blue, green, pale, etc.
6. Origin
e.g. Swedish, Victorian, Chinese, American, British, French, Canadian, etc.
7. Material
e.g. plastic, wooden, silver, stone, steel, paper, woolen, metallic, etc.
8. Qualifier (type or purpose)
e.g. electric kettle, political matters, road transport, a bread knife, a bath towel, rocking chair, hunting cabin, passenger car, book cover, etc.
Contoh:
- a lovely old red post-box (opinion, age, colour)
- a small green insect (size, colour)
- a wonderful new face ointment (opinion, age, qualifier)
- awful plastic souvenirs (opinion, material)
- some nice easy quiz questions (opinion, quality, qualifier)
- some charming small silver ornaments (opinion, size, colour)
- a beautiful wooden picture frame (opinion, material, purpose)
- an expensive antique silver mirror (opinion, age, colour)
- a quiet little restaurant (opinion, size)
- a dirty old coat (opinion, age)
- a tall white stone building (size, colour, material)
Memakai dua atau tiga adjektiva dalam kategori yang sama atau kategori 1, 2, 3 sebaiknya menggunakan tanda koma, misalnya the inexpensive, beautiful ring. Tetapi jika ditambahkan konjungsi and atau but, tanda koma bisa dihilangkan: the inexpensive but beautiful ring. Jika memakai tiga adjektiva dan menggunakan konjungsi, maka tanda koma sebaiknya dipakai: the inexpensive, beautiful, and nice ring. Perhatikan contoh lainnya di bawah ini.
- a horrible, ugly building- a busy, lively, exciting city
- a popular, respected, and good looking student
- an interesting and delicious food
Penggunaan lebih dari dua atau tiga adjektiva secara bersamaan, meskipun efisien, merupakan hal yang kurang efektif dalam menyampaikan pesan. Pesan menjadi kurang jelas karena pengertian yang –mungkin- seharusnya digambarkan detailnya hanya disampaikan dengan singkat.
Langganan:
Postingan (Atom)







